Sabtu, 09 Juli 2011

Menelusuri Potensi Objek Wisata Larantuka Flores Timur

Larantuka adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia dan dikenal juga sebagai kota pelabuhan di tepi danau. Daerah ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata di NTT yang cukup terkenal dan sering dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Di Larantuka wisatawan dapat menemukan keindahan panorama pantai yang mempesona seperti Pantai Weri. Di Pantai ini wisatawan akan disuguhi keindahan pantai pasir putih dan pemandangan pulau Adonara yang ada di seberangnya. Pantai lainnya adalah Pantai Kawaliwu. Jika anda ingin menikmati keindahan saat matahari terbenam di ufuk barat atau sunset, maka di pantai ini anda dapat menikmatinya.

Seminar budaya lokal di Subulussalam

Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdik Budpora) Kota Subulussalam menggelar seminar sehari Revitalisasi dan Reaktualisasi Budaya Lokal. Acara, kemarin di Hotel Khairulsyah Subulussalam melibatkan unsur perwakilan kemukiman, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur perempuan itu dibuka Walikota Merah Sakti.

Walikota Merah Sakti dalam arahannya minta peserta menggali atau mengaktualisasikan kembali budaya yang ada di Subulussalam dan sekitarnya, dengan tidak menimbulkan persoalan baru.

Menyampaikan apresiasi kepada Disdik Budpora, Peringkat II UN 2010-2011 Tingkat Provinsi Aceh, Sakti minta dinas terkait menginventarisir siswa peringkat I, II dan III untuk diberi penghargaan, masing-masing Rp10 juta, Rp7,5 juta dan Rp5 juta seperti pada 2010. "Akan kita beri penghargaan dalam acara di Setdako, dan hadirkan orangtua siswa," kata Sakti sambil berharap dana itu digunakan untuk pendidikan.

Tampil sebagai pemakalah H. Qaharuddin Kombih 'Adat Singkil Dalam Acara Khitan Dan Perkawinan', Hj. Nurbainah 'Peranan Wanita Dalam Budaya Kota Subulussalam', Jadam Basri 'Perdamaian Sengketa Menurut Adat Singkil' dan M Ugot Pinem 'Acara Kematian Dalam Adat Singkil'.

Hadir Kadis Syariat Islam Burhanuddin Berkat, Kadis Dikbudpora Nurhayat, Ketua MPU Qaharuddin Kombih, Ketua MAA Layari Kombih dan para pemateri.

Quo Vadis Budaya Kalteng ?

Tari perut, menterengnya dinamakan Belly Dance, yang dikenal berasal dari Timur Tengah, sekarang sudah sampai di Kalteng. Lea Andriani , pemilik Atletik Club Palangka Raya  menyebut tarian Timur Tengah yang erotik ini mampu menjaga kebugaran otak dengan ritme musik. Jadi bisa dikatakan ini menggabungkan aktivitas fisik, belajar keterampilan baru dan sosialisasi, yang semuanya penting bagi kebugaran otak. Dengan alasan ini maka Atletik Club Palangka Raya telah membuka kelas Belly (Kalteng Pos, Minggu, 19 Juni 2011). 

Bagi yang belum pernah menyaksikan apa-bagaimana Belly Dance, harian tertua di Kalteng itu telah menampilkan dua foto para penari Belly Dance dalam pakaian yang relatif minim: rok lumayan pendek, dada hanya ditutupi selembar kutang (BH). Fokus gerakan terletak pada perut yang terbuka dan pinggang bawah.Umum memandang tari perut sejenis tari yang sexy. Tapi Rimdaning,salah seorang penghobi Belly Dance menilai bukan ‘’sexy dance’’.’’Orang yang berpikir bahwa Belly Dance sebagai ‘’sexy dance’’ harus mengubah pola pikirnya sejak sekarang’’, ujar Rimdaning. Artinya mengatakan hal yang berbeda dari keadaan senyatanya.

Pariwisata Gorontalo

Pariwisata di Propinsi Gorontalo dikelompokkan pada 3 jenis usaha pariwisata yaitu usaha pariwisata Pantai, Pariwisata laut dan Pulau serta Pariwisata Alam Pegunungan. Pariwisata Pantai direpresentasikan oleh obyek wisata pantai Bolihutuo (Kabupaten Boalemo) dan Pantai Olele (di Kabupaten Gorontalo). Untuk Obyek wisata laut dan Pulau di wakili oleh obyek wisata Laut Torosiaje (Pahuwato) dan obyek wisata Pulau Saronde. Untuk kategori wisata pegunungan di wakili oleh obyek wisata Taman Nasional Nani Wartabone.


Pemilihan lokasi tersebut dilakukan atas pertimbangan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan yang berpotensi mendatangkan obyek wisata dalam skala usaha wisata. Obyek wisata lain diharapkan mampu mendukung kawasan tersebut, sehingga mendapatkan multiflier effek dari aktivitas wisata.


Beberapa pertimbangan dilakukan kegiatan pengelompokkan wisata ini atas pertimbangan karakteristik dari lokasi wisata. Dengan demikian, akan terdapat kesamaan bentuk-bentuk investasi wisata. Dalam hal ini pertimbangan dasar yang dijadikan sebagai dasar untuk melakukan analisis adalah kebutuhan investasi dari tiap obyek wisata, yang dapat dilayani oleh investor. Investasi publik yang menunjang pariwisata diharapkan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah seperti prasarana perhubungan (bandara, jalan), fasilitas umum. Sehingga komponen ini tidak menjadi pertimbangan dalam melakukan analisis investasi wisata oleh investor.

Bermulanya Minahasa dikenal di Peta Dunia

Simon Kos, seorang Belanda, pejabat VOC di Ternate pada tahun 1630 memasuki tanah Minahasa dibawah pengaruh Spanyol. Kos melaporkan hasil perjalanannya  kepada Batavia yang waktu itu menjadi pusat pemerintahan dibawah kekuasaan  persekutuan dagang, ‘Verenigde Oost-Indiesche Compagnie.?Kos melaporkan  bahwa Sulawesi Utara cukup potensial, baik lahan maupun posisi letaknya strategis sebagai jalur lintas rempah-rempah dari perairan Maluku menuju Asia-Timur. Lagi pula jalur lintas niaga laut lebih tenang bagi pelayaran kapal-kapal kayu dibanding melalui Laut Cina Selatan. Kos melaporkan bahwa  kehadiran Spanyol di Laut Sulawesi hingga perairan Maluku Utara merupakan ancaman bagi kepentingan niaga VOC bila ingin menguasai gudang rempah-rempah  kepulauan Maluku.

Laporan Simon Kos mendapat perhatian dari Jan Pieter Zoon Coen,  Gubernur-Jendral VOC di Batavia yang ingin mengusir Spanyol dari kepulauan Maluku Utara guna melakukan monopoli. Usaha perluasan pengaruh di Laut Sulawesi memperoleh peluang bagi VOC terjadi disaat penduduk Minahasa berjuang menghadapi kolonialisme Spanyol. Minahasa mengalami rawan sosial, dan wanita setempat menjadi korban pemerkosaan dari para musafir Spanyol.

Masa itu VOC memperoleh dukungan dari pemerintahannya yang dilanda trauma  kolonialisme Spanyol di Eropa Utara, termasuk Belanda. Invasi itu menyebabkan  Belanda perang kemerdekaan di pertengahan abad ke-16 yang mashur dengan sebutan Perang 80 tahun. Spanyol kalah, dan kekalahannya berlanjut hingga Asia-Timur dan Asia-Tenggara serta kawasan Pasifik Barat-Daya.
  Selain dengan  Spanyol, Belanda juga memusuhi Portugis yang juga menjadi saingannya dalam  usaha perluasan koloni. Yang terakhir ini juga berlomba adu pengaruh dengan  Spanyol memperebutkan gudang produksi rempah-rempah di Maluku sebelum  pembentukan pemerintahan gabungan Portugis-Spanyol pada 1580.